

Photo by Annie Spratt on Unsplash
Singkong adalah salah satu jenis umbi-umbian yang mengandung karbohidrat. Beberapa daerah di Indonesia menjadikan singkong sebagai makanan pokok. Namun, tahukah Anda sebenarnya apa kandungan gizi dan manfaat singkong? Singkong identik dengan makanan murah dari pedesaan. Meski begitu ternyata umbi-umbian ini memiliki sejumlah manfaat, bahkan bisa jadi makanan pokok pengganti nasi.
Sebagai negara ke tiga penghasil singkong terbesar di dunia setelah Nigeria dan Brazil, tak heran jika di Indonesia mudah sekali ditemui berbagai jenis olahan singkong. Tak hanya diolah ke dalam jenis makanan lain, umbi-umbian yan satu ini di Indonesia juga banyak dinikmati secara langsung dengan digoreng atau direbus. Meski konsumsi singkong dianggap bermanfaat dan sudah sangat umum dilakukan, nyatanya jika tak diolah secara tepat, singkong justru bisa beracun lho.
Racun Pada Singkong
Riset dari Frontiers in plant science (2017) menyarankan Anda untuk tidak memakan singkong mentah karena kandungan racun sianida di dalamnya yang bisa berakibat fatal. Singkong mengandung zat beracun yang disebut sebagai Linamarin, zat ini akan diubah oleh sistem pencernaan menjadi sianida jika singkong dikonsumsi dalam keadaan mentah. Sianida sendiri merupakan racun berbahaya yang bisa menyebabkan kematian secara mendadak. Singkong juga mengandung zat beracun yang dapat memengaruhi kelenjar pituitari, serta fungsi hati dan ginjal.
Akar yang dimiliki singkong juga mudah membusuk, sehingga jika bagian ini termakan bisa berisiko sebabkan infeksi jamur dan bakteri. Karena kandungan racun ini yang ingin mengonsumsi singkong harus memastikan bahwa singkong dalam keadaan segar, mencucinya secara bersih dengan air mengalir, serta memasaknya hingga benar-benar matang.
Bahaya makan singkong mentah
Beberapa bahaya makan singkong mentah di antaranya adalah sebagai berikut
1. Memicu keracunan sianida
Singkong mentah menghasilkan sianida dalam bentuk senyawa glikosida sianogenik yang dinamakan linimarin. Kandungan senyawa glikosida sianogenik pada singkong memang ada dalam jumlah yang sangat kecil dan relatif tidak beracun.
Namun, proses pencernaan yang terjadi di dalam tubuh manusia bisa mengurain senyawa ini menjadi hidrogen sianida. Ini adalah salah satu bentuk racun sianida yang paling beracun. Racun tersebut akan menghambat kerja sitokrom c oksidase, yakni enzim yang berfungsi mengikat oksigen untuk memenuhi kebutuhan pernapasan sel-sel tubuh.
Jika enzim tersebut tidak bekerja karena dihambat oleh racun sianida, sel-sel tubuh Anda akan mengalami kematian.
2. Menyebabkan gangguan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah)
Makan singkong mentah bisa berakibat buruk karena menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini juga dipicu oleh keracunan sianida. Annals of the New York Academy of Sciences (2016) mencatat makan singkong mentah meningkatkan tekanan pembuluh darah dan tekanan darah di dalam otak, sistem pernapasan, dan sistem susunan saraf pusat.
Tidak hanya itu, penelitian juga menyebutkan racun sianida menyebabkan gangguan sistem endokrin. Jika singkong dimakan dalam jumlah banyak, ditambah dengan pengolahan yang tidak benar, ini akan meningkatkan risiko keracunan sianida yang mengganggu fungsi tiroid dan saraf.
Kondisi itu tidak hanya menyebabkan kelumpuhan dan kerusakan organ, tetapi juga bisa berakibat fatal seperti kematian.
3. Orang dengan gizi buruk lebih rentan keracunan
Orang yang memiliki status gizi buruk dan asupan protein rendah cenderung lebih rentan mengalami keracunan sianida akibat makan singkong terlalu sering dan dalam jumlah banyak. Inilah sebabnya mengapa keracunan sianida akibat terlalu banyak makan singkong menjadi perhatian yang lebih besar bagi mereka yang tinggal di negara berkembang. Pasalnya, banyak orang di negara-negara berkembang menderita kekurangan protein dan bergantung pada singkong sebagai sumber utama kalori mereka.
4. Meningkatkan risiko kanker
Singkong bisa menyerap bahan kimia berbahaya dari tanah, seperti arsenik dan kadmium, terutama saat umbi ini ditanam di daerah industri. Hal ini tercatat dalam riset yang diterbitkan dalam Environmental Science and Pollution Research. Kandungan tersebut juga merupakan pemicu kanker.
Akibatnya, mereka yang bergantung pada singkong sebagai makanan pokok berisiko lebih tinggi terhadap penyakit kanker.
Manfaat Singkong
Mengetahui bahwa ternyata jenis umbi ini mengandung racun mungkin akan membuat anda merasa ragu untuk mengonsumsinya. Jangan buru-buru menghindar dulu. Dalam singkong mentah terkandung berbagai nutrisi seperti kalori, protein, karbohidrat, serat, potasium, dan kalsium. Beragam vitamin seperti vitamin A, B2, B3, B6, B9, E, dan K juga terkandung di dalam singkong. Dengan mengonsumsi singkong yang dibersihkan dan diolah secara benar, akan mendapatkan manfaat-manfaat ini.
Melancarkan Sistem Pencernaan
Singkong merupakan salah satu sumber serat, kandungan serat yang tinggi di dalam jenis umbis-umbian ini akan membantu melancarkan sistem pencernaan serta mencegah terjadinya konstipasi. Singkong juga merupakan sumber karbohidrat pengganti nasi yang cocok dikonsumsi pelaku diet. Di dalam 100 gram singkong mengandung 30 gram karbohidrat dan sejumlah 10 kal kalori. Jumlah tersebut sangat cukup untuk dijadikan sebagai asupan sumber energi dalam memulai berbagai aktivitas.
Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Siapa sangka, dalam urusan menjaga kesehatan tubuh, singkong memiliki manfaat yang sama seperti madu. Singkong bisa mendorong pertumbuhan probiotik atau bakteri baik di dalam usus. Saat usus sehat dan dipenuhi oleh bakteri baik maka otomatis tubuh akan jarang terserang penyakit. Singkong juga diperkaya dengan kandungan folat, piridioksin, thiamin, riboflavin, dan asam pantotenat yang memiliki peranan penting dalam produksi hormon metabolisme. Jika hormon metabolisme diproduksi dengan baik maka tubuh pun akan terasa sehat dan bugar setiap hari.
Mencegah Kanker dan Penyakit Jantung
Kandungan antioksidan yang tinggi di dalam singkong disebut dapat mencegah masuknya radikal bebas. Radikal bebas inilah yang dianggap sebagai penyebab tumbuhnya sel kanker, jadi secara tidak langsung singkong dipercaya dapat mencegah dari serangan penyakit kanker. Selain itu, antioksidan di dalam singkong juga membantu dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Serta membantu memperbaiki DNA yang rusak. Sebuah penelitian di University of Kentucky pada 2009 bahkan menyebutkan bahwa kandungan serat di dalam singkong berpotensi meminimalisir risiko penyakit jantung koroner.