Jenis Susu dengan Sumber Gizi yang Tinggi

sumber

Photo by Brian Suman on Unsplash

Sebagai sumber vitamin dan mineral yang sangat baik, mengonsumsi susu sangat penting untuk kesehatan tubuh. Susu juga merupakan sumber potasium, B12, kalsium, vitamin D, dan protein yang kaya dan mengandung ratusan asam lemak yang berbeda.

Susu merupakan salah satu superfood yang banyak disukai karena keunggulan berupa nutrisinya yang lengkap. umumnya, susu yang banyak dipilih adalah susu sapi. Akan tetapi, tidak semua orang bisa mencerna susu sapi dengan baik, sehingga beberapa orang memilih untuk tidak minum susu.

Susu sapi adalah minuman dengan aneka macam kandungan nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan. Selain susu sapi, jenis susu lainnya, seperti susu kedelai serta susu almond, juga mengandung nutrisi yang baik.  Buat alasan kesehatan atau preferensi, ada banyak pilihan susu, selain susu sapi, yang bisa ditambahkan dalam asupan harian.

Padahal, ada berbagai jenis susu yang bisa kamu minum. Setiap jenis susu memiliki keunggulan masing-masing, baik dari segi nutrisi juga kemudahan dicerna, sehingga kamu yang tidak dapat mentolerir susu sapi bisa mencoba pilihan yang lain.

Banyaknya jenis susu yang tersedia di pasaran, sebenarnya susu apa saja yang paling sehat buat dikonsumsi?

Susu sehat yang layak dikonsumsi.

1. Susu almond

Susu almond didesain dengan merendam almond dalam air, setelah itu almond di blender dan disaring padatannya. Ini adalah alternatif susu non-dairy yang enak untuk orang-orang yang tidak bisa mentolerir susu.

Berdasarkan studi Journal of Food Science and Technology, susu almond tanpa pemanis memiliki keunggulan berupa rendah kalori dan jauh lebih rendah karbohidrat daripada susu sapi. sehingga, menjadikan susu almond menjadi pilihan yang baik Bila kamu mengikuti diet rendah karbohidrat.

Ditambah, susu almond adalah sumber anti-oksidan vitamin E yang baik. akan tetapi, kekurangannya ialah, susu almond rendah protein dan beberapa nutrisi lainnya.

2. Susu sapi

Susu sapi adalah jenis susu yang paling acapkali dikonsumsi dan merupakan sumber protein berkualitas tinggi serta beberapa mineral lainnya. Susu sapi yang dijual dalam bentuk kemasan juga tak jarang diperkaya dengan vitamin A dan D, menjadikannya kuliner yang sangat bergizi untuk individu di segala usia.

Akan tetapi, menurut studi Journal of Food Science and Technology, protein dalam susu sapi merupakan alergen yang awam. Sebagian orang bisa mengatasi hal ini, tetapi sebagian lagi mempunyai alergi ini seumur hidup dan perlu menghindari minuman dan kuliner yang mengandung susu sapi.

3. Susu kedelai

Secara nutrisi, susu kedelai paling mendekati susu sapi. Ini karena kedelai merupakan sumber protein lengkap yang sangat baik, juga karena telah diperkaya sehingga profil nutrisinya sangat mirip dengan susu sapi, menurut studi Journal of Food Science and Technology.

Susu kedelai adalah pilihan yang bagus Jika kamu menghindari produk susu tetapi menginginkan minuman susu yang lebih tinggi protein. Selain protein, susu kedelai juga mengandung nutrisi lainnya, seperti karbohidrat, lemak, vitamin B12, riboflavin, vitamin D, dan fosfor.

4. Susu oat

Susu oat dibuat dengan merendam oat utuh dalam air. Susu oat memiliki kandungan gizi yang tinggi, tapi tidak sama seperti makan semangkuk gandum utuh.

Susu oat memiliki rasa manis yang alami dan tinggi karbohidrat. Susu oat juga mengandung beberapa serat larut, yang membuat susu ini sedikit lebih lembut. Serat larut menyerap air dan berubah menjadi gel selama proses pencernaan, yang membantu memperlambat pencernaan dan membuat kamu kenyang lebih lama. Ini juga bisa membantu menstabilkan kadar gula darah.

Serat larut di susu oat bisa mengurangi kadar kolesterol. Sebuah studi yang melibatkan 52 laki-laki menunjukkan bahwa minum susu oat menurunkan kadar kolesterol LDL, yang merupakan kolesterol jahat. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Annals of Nutrition and Metabolism.

5. Susu A2

Kurang lebih 80 % protein pada susu sapi berasal dari kasein. Sebagian besar sapi perah menghasilkan susu yang memiliki dua jenis kasein utama: A1 beta-casein dan A2 beta-casein.

Saat A1 beta-casein dicerna, maka akan diproduksi peptida yang diklaim beta-casomorphin-7 (BCM-7). Sayangnya, hal ini menyebabkan persoalan pencernaan yang mirip dengan intoleransi laktosa di beberapa orang, dari studi pada jurnal Advances in Nutrition.

Sementara itu, beberapa sapi perah membentuk susu yang hanya mengandung A2 beta-casein. umumnya, susu A2 dipasarkan sebagai pilihan yang lebih mudah dicerna. Susu A2 juga dinilai lebih cocok bagi orang dengan intoleransi laktosa karena lebih praktis dicerna dan tidak terlalu menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, dibandingkan dengan susu sapi biasa.

6. Susu Rami

Susu satu ini terbuat berasal biji rami utuh dan dikenal kaya akan protein nabati berkualitas tinggi, lemak sehat, dan mineral. Susu ini dikenal bergizi tinggi dan memiliki lebih banyak protein dan lemak sehat dibandingkan dengan jenis susu nabati populer lainnya. Dibandingkan dengan susu sapi, susu rami mempunyai lebih sedikit kalori, lebih sedikit protein dan karbohidrat, tetapi jumlah lemaknya sama.